Galeri Indonesia Kaya Tayangkan Film Karya Anak Bangsa

Galeri Indonesia Kaya menayangkan film karya anak bangsa yang berkualitas dan menghibur, salah satunya film Tabula Rasa yang mengangkat kekayaan kuliner dan budaya Indonesia, pada Minggu (18/1/2014).

Screening film Tabula Rasa ini merupakan salah satu pertunjukan yang diselenggarakan oleh Galeri Indonesia Kaya dengan tema Film Indonesia di bulan Januari ini.

Tabula Rasa menjadi salah satu film bertema Indonesia yang ditayangkan, karena film ini berisi tentang kekayaan kuliner dan keberagaman budaya yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

Film Tabula Rasa yang mengawinkan dua kebudayaan, yakni budaya Minang dan Papua ini, cukup mengena di hati para penonton. Terlihat banyak penonton yang memadati auditorium GIK sesaat setelah pintu masuk dibuka.

Tepuk tangah meriah dari para penonton, resmi membuka film yang dimulai pukul 15.10 WIB.

Di sela-sela pemutaran film, terdengar riuh tawa dan gurauan para penonton saat menyaksikan adegan atau dialog lucu dari para pemain film. Terlebih saat munculnya adegan makanan Padang yang sedang dimasak. Penonton bergemuruh tak kuasa menahan kelezatan makanan yang ditampilkan dalam film Tabula Rasa.

Tepuk tangan meriah dari para penonton kembali mewarnai auditorium setelah film selesai ditayangkan.

Tabula Rasa adalah film produksi Lifelike Pictures yang disutradarai oleh Adriyanto Dewo. Film yang berhasil memboyong 4 piala citra FFI 2014 ini dirilis pada 25 September 2014 lalu.

Film ini bercerita tentang Hans, seorang pemuda asal Serui, Papua yang harus kehilangan cita-citanya menjadi pesepak bola profesional. Namun, Hans menemukan kembali semangat hidupnya ketika dia bertemu dan akhirnya bekerja dengan Mak, seorang pemilik rumah makan Padang. Hans juga mendapatkan sebuah pelajaran berharga tentang hidup melalui masakan dan makanan.

Film ini melewati proses yang cukup panjang, selama 2,5 tahun. Sang produser mengatakan mereka tidak hanya buat film begitu saja. Mereka melakukan riset ke Sumatera Barat dan Papua, merasakan makanan di sana, mengikuti seminar-seminar, dan berinteraksi dengan budaya di sana.

Sementara itu, setelah film Janji Joni dan Tabula Rasa yang ditayangkan minggu lalu, Galeri Indonesia Kaya masih memiliki 3 pertunjukan yang akan ditayangkan di bulan Januari ini.

Ada pementasan Monolog Film Indonesia Di Mata Tjokro oleh Garin Nugroho pada Sabtu, 24 Januari 2015. Kemudian, film Drupadi oleh Miles pada Minggu, 25 Januari 2015. Terakhir, ada Drama Musikal Interaktif 4 Wanita: Surat-Surat Aryati pada Sabtu, 31 Januari 2015.

Semua pertunjukan ini dimulai pukul 15.00 WIB di auditorium Galeri Indonesia Kaya (Bisnis.com)

Source: Bisnis.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *